Museum Radyapustaka

Ruang Perpustakaan

Menyimpan koleksi naskah kuno carik, naskah kuno cap, buku bahasa Belanda. Di ruangan ini tersimpan sekitar 6.000 koleksi. Termasuk diantaranya adalah karya-karya pustaka klasik karya raja-raja Jawa dan para pujangga terkenal dan di masa lalu.

Koleksi Buku

  • Naskah carik Jawa dan naskah cetak Jawa
    1. serat, babad, tembangan, suluk, dan lain-lainnya
    2. buku berbahasa Indonesia klasik dan buku berbahasa Belanda
    3. Primbon Mankuprajan
    4. Kawruh Empu
    5. Babad Tang Tiau
    6. Kuran Jawi
  • Buku-buku Belanda
    1. Aanteekeningen bijnet oud Javansche Bishmaparwa
    2. Sumatera thes
    3. Encyclopaedie Nederlandsch Indie
    4. Javaansch - Nederlandsch Handwoordenboek
    5. Pararaton (Ken Arok)
    6. De Java - Oorlog Van 1825 - 1830


Dari Al-Qur'an Huruf Jawa hingga Ensiklopedia Pertama

Dari ratusan koleksi buku klasik di Museum Radyapustaka, sejumlah karya pustaka harus disebut secara khusus sebagai koleksi penting. Hal tersebut terkait umur, keaslian, isi, hingga kelangkaannya.

Serat Joesoef adalah koleksi pustaka tertua di Museum Radyapustaka. Karya sastra Jawa klasik yang mengisahkan kehidupan Nabi Yusuf ini ditulis oleh Pemijen Kasepuhan pada tahun 1729, pada masa Kerajaan Mataram Kartasura. Karya asli tulisan tangan nan indah ini berenda motif hias dengan prada emas di setiap halamannya.

Karya klasik lainnya yang tak kalah menariknya adalah Kakawin Ramayana yang ditulis pada tahun 1783 yang juga merupakan tulisan tangan dengan prada emas. Selain itu juga tersimpan Serat Mataram yang mengisahkan sejarah Dinasti Mataram Islam sejak pemerintahan Amangkurat  Agung hingga kepindahannya ke Kartasura, termasuk mengisahkan gejolak politik dan skandal percintaan selama masa itu.

Tak kalah menariknya adalah Babad Samkok yang ditulis oleh Tan Ing Syu pada tahun 1890, yang kemudian diteruskan oleh Ronosuboyo. Ditulis dengan huruf Jawa tulisan tangan, cerita roman lima jilid ini mengisahkan sejarah tiga kerajaan besar di China.

Karya pustaka sangat penting yang hanya tersimpan di Museum Radyapustaka adalah Serat Bauwarna, karya Kia Padmasusastra pada tahun 1898, yang merupakan 'ensiklopedia' Jawa lengkap pertama kali. Sistem penulisannya sudah menggunakan urutan huruf (Dentawyanjana/urutan alfabet Jawa). Karena banyaknya informasi yang disampaikan, maka naskah ini ditulis menjadi empat jilid.

Di museum ini juga tersimpan Serat Sasanaprabu yang berisi petuah-petuah dan nasehat-nasehat untuk raja maupun putra mahkota yang dipersiapkan menjadi raja. Koleksi tak kalah penting lainnya, yang juga hanya terdapat di Museum Radyapustaka, adalah Kitab Al-Qur'an Huruf Jawa, yaitu Kitab Al-Qur'an lengkap 30 juz yang ditulis dengan huruf Jawa.

 

Babad Mataram.pngRuang Perpustakaan Museum.pngRuang Perpustakaan Museum Radyapustaka.pngRuang Utama Perpustakaan Museum Radyapustaka.pngSerat Joesoef.pngSerat Sasanaprabu 1.pngSerat Sasanaprabu 2.png

Anda disini: Home Ruang Pamer & Koleksi Ruang Perpustakaan
Museum Radyapustaka

Materi yang diposting di website ini juga dapat ditemukan pada buku kecil resmi terbitan Museum Radyapustaka, dengan beberapa pengecualian materi.

 Daftar e-Newsletter